Bunyi Hujan di Atap Seng
Penulis Contoh · 12 Agustus 2026
Sumber: Tempo — Agustus 2026 · tautan sumber
Hujan turun sejak siang, memukul atap seng dengan bunyi yang tidak pernah benar-benar sama. Di ruang tengah, ibu melipat pakaian yang belum sepenuhnya kering. Anak sulungnya berdiri di dekat pintu, menatap halaman yang berubah menjadi genangan. Tidak ada yang segera bicara. Kadang-kadang, diam di rumah itu lebih keras daripada suara hujan.
Ayah belum pulang sejak pagi. Di meja, ada amplop cokelat dari kantor kecamatan, beberapa lembar tagihan, dan secangkir teh yang sudah dingin. Ibu tidak menyentuh amplop itu. Ia hanya melipat kemeja dengan gerakan yang sangat rapi, seolah ketertiban kecil bisa menahan kabar buruk agar tidak masuk ke rumah.
Anak sulung itu akhirnya bertanya tentang sekolah adiknya. Ibu berhenti melipat, tetapi tidak menoleh. Dari luar, suara air jatuh dari talang terdengar seperti seseorang sedang menghitung mundur.